MANUSIA SEUTUHNYA
As a ususal, hari ini gue ada kelas bahasa inggris, (yap, nggak usah pingsan, gue ambil kursus bahasa inggris). Dan seperti yang udah-udah, teacher gue yang terkenal gokil, ngasih sedikit game yang sedikit ngebuka pikiran gue, sepele tapi bikin gue merinding.
Setelah ngasih salam, si teache ngomong kek gini, in english pastinya yak, “tolong ceritakan, bagaimana anda 5-10 tahun berikutnya, make it detail”
Spontan, gue tulis kehidupan gue 5 tahun lagi, what I want to be:
I put in a list,
1. be a great DJ
2. get master degree, be a dean of nursing university
3. punya klinik dengan fasilitas salon, dan butik disebelahnya
4. punya caffe sendiri dengan nuansa jazzy yang mengelora.
5. Actually, have a wife with great children
6. Yap, that is me in the 5-10 laters
Then, teacher gue nyuruh salah satu temen kelas gue maju, make a description:
Gue jabarkan beberapa,
1. Ratih, 21 tahun
“Dalam 5-10 tahun ke depan, gue sudah menjadi seorang accounting dengan settle position”
Kemudian, dia diam sebentar.
“Gue pengen punya sekolah gratis, yang anak-anak jalanan bisa sekolah dengan gratis. Gue ingin mengajarkan kepada mereka bagaimana cara membaca dan menulis, sepele memang, tapi gue ingin melakukan hal itu.”
Sekelas takjub, termasuk gue. Kesan kelas arrogan hilang seketika.
“gue ingin melihat mereka tumbuh dan berkembang dengan pendidikan yang bagus, nggak jadi gelandangan, dan berguna bagi orang lain”
Sebuah air mata mengalir di ujung matanya. Sangat tulus dan indah.
gue intropeksi diri.
2. Gilang, 19 tahun
Giliran berikutnya, gilang yang maju. Perlu gue kenalkan sosok gilang ini. Dari namanya udah ketahuan kalo gilang ini mahkluk berjakun gede, tapi sayang, kelakuannya cherry belle wannabe abis. Tiap kali denger lagu Girls Generation, ayannya langsung kumat, koreografi dari awal sampe ending, dia apal luar kepala, lebih apal dari jumlah bulu yang ada di kakinya.
“dalam 5-10 tahun kemudian, gue sudah lulus dari universitas di luar negeri dengan dua gelar sekaligus, art ama economic”
“gue juga ingin nyekolahin adek gue, karena gue sangat mencintai adek gue, dia selalu ngehibur gue, kapanpun”
“selanjutnya, gue juga pengin nganter nyokab, bokap gue naek haji”
Air matanya menetes pelan.
“gue ingin membuka lapangan kerja untuk orang-orang di sekitar gue, orang-orang yang tidak mampu mengenyam pendidikan lebih dan menjadi semangat bagi mereka, menjadi berguna diantara ketidak mampuan mereka”
Gue tertegun, bukan hanya gue, tapi seluruh kelas.
Gilang, yang hanya berumur 19 tahun, berani bermimpi untuk menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya.
Gilang, yang bersemangat ketika lagu Girls generatin diputar, berani membahagiakan keluarga dan orang-orang terkasihnya.
Ia membasuh pelan air mata yang mulai menetes.
Gue melihat daftar gue lagi, gue malu. Tak satupun gue memikirkan orang-orang disekitar gue. Tak terbersit sedikitpun, gue memposisikan diri untuk keberadaan orang lain.
Think it, akan menjadi manusia seutuhnya, bila keberadaan kita memiliki manfaat bagi orang lain.
And, I wanna do it.
- Uncategorized | Time: 2:55 pm (UTC+8) No Comments »





