Photobucket

April 26, 2012

MANUSIA SEUTUHNYA


As a ususal, hari ini gue ada kelas bahasa inggris, (yap, nggak usah pingsan, gue ambil kursus bahasa inggris). Dan seperti yang udah-udah, teacher gue yang terkenal gokil, ngasih sedikit game yang sedikit ngebuka pikiran gue, sepele tapi bikin gue merinding.

Setelah ngasih salam, si teache ngomong kek gini, in english pastinya yak, “tolong ceritakan, bagaimana anda 5-10 tahun berikutnya, make it detail”

Spontan, gue tulis kehidupan gue 5 tahun lagi, what I want to be:

I put in a list,

1.       be a great DJ

2.       get master degree, be a dean of nursing university

3.       punya klinik dengan fasilitas salon, dan butik disebelahnya

4.       punya caffe sendiri dengan nuansa jazzy yang mengelora.

5.       Actually, have a wife with great children

6.       Yap, that is me in the 5-10 laters

Then, teacher gue nyuruh salah satu temen kelas gue maju,  make a description:

Gue jabarkan beberapa,

1.       Ratih, 21 tahun

“Dalam 5-10 tahun ke depan, gue sudah menjadi seorang accounting dengan settle position”

Kemudian, dia diam sebentar.

“Gue pengen punya sekolah gratis, yang anak-anak jalanan bisa sekolah dengan gratis. Gue ingin mengajarkan kepada mereka bagaimana cara membaca dan menulis, sepele memang, tapi gue ingin melakukan hal itu.”

Sekelas takjub, termasuk gue. Kesan kelas arrogan hilang seketika.

“gue ingin melihat mereka tumbuh dan berkembang dengan pendidikan yang bagus, nggak jadi gelandangan, dan berguna bagi orang lain”

Sebuah air mata mengalir di ujung matanya. Sangat tulus dan indah.

gue intropeksi diri.

2.       Gilang, 19 tahun

Giliran berikutnya, gilang yang maju.  Perlu gue kenalkan sosok gilang ini.  Dari namanya udah ketahuan kalo gilang ini mahkluk berjakun gede, tapi sayang, kelakuannya cherry belle wannabe abis. Tiap kali denger lagu Girls Generation, ayannya langsung kumat, koreografi dari awal sampe ending, dia apal luar kepala, lebih apal dari jumlah bulu yang ada di kakinya.

“dalam 5-10 tahun kemudian, gue sudah lulus dari universitas di luar negeri dengan dua gelar sekaligus, art ama economic”

“gue juga ingin nyekolahin adek gue, karena gue sangat mencintai adek gue, dia selalu ngehibur gue, kapanpun”

“selanjutnya, gue juga pengin nganter nyokab, bokap gue naek haji”

Air matanya menetes pelan.

“gue ingin membuka lapangan kerja untuk orang-orang di sekitar gue, orang-orang yang tidak mampu mengenyam pendidikan lebih dan menjadi semangat bagi mereka, menjadi berguna diantara ketidak mampuan mereka”

Gue tertegun, bukan hanya gue, tapi seluruh kelas.

Gilang, yang hanya berumur 19 tahun, berani bermimpi untuk menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya.

Gilang, yang bersemangat ketika lagu Girls generatin diputar, berani membahagiakan keluarga dan orang-orang terkasihnya.

Ia membasuh pelan air mata yang mulai menetes.

 

Gue melihat daftar gue lagi, gue malu. Tak satupun gue memikirkan orang-orang disekitar gue. Tak terbersit sedikitpun, gue memposisikan diri untuk keberadaan orang lain.

 

Think it, akan menjadi manusia seutuhnya, bila keberadaan kita memiliki manfaat bagi orang lain.

And, I wanna do it.

 

 

 

 

March 13, 2012

make it clean

ntar dech…bersihin sarang laba2 ama bulu ketek!

June 3, 2011

posting: DIJUAL panther new royal 99!

beh..ud lama nggak postingan, akhirnya malah jualan mobil!

pagi semua, agan2….neh gue mo jualan mobil (ya iyalah…masak jualan organ dalam). neh mobilnya:

 

panther new royal, warna silver tahun 1999, plat N. silakan dilihat di rumah gue…
boleh nego kok, asal nggak bikin gue mencret!

oh ya…yang dijual mobilnya aja yah, nggak pake rumahnya!

October 19, 2010

BELAJAR NYOPIR..

Oke, ini penggalaman gue belajar nyetir mobil, yah…gue tau, gue memang mahkluk nista, uda segede pentungan tapi belum bisa nyetir mobil!

Gue belajar nyetir mobil pake mobil bokap yang baru aja dibeli (mobil panther, idaman dari bokap gue). Dan bokap gue rela mendidik gue menggunakan mobil barunya itu. ohh…bokap gue emang baik!

Dan dihari pertama gue belajar, sengaja gue memilih dibimbing bokap gue yang terkenal dengan kesabaran dan kewibawaannya dalam mengayomi anak-anaknya, daripada dibimbing kakak gue yang memiliki resiko besar membuang gue dijalan!

“Abah…setelah dihidupin trus diapain?” Tanya gue pelan.

“Coba kamu masukin gigi satu!”

“oke” Gue masukin ke gigi satu.

Fenomena anehpun terjadi, JLEG…JLEK…GREK…

Mobil gue enjot-enjotan,

“kok mati?” gue bingung.

“Terang aja mati, koplingnya nggak diinjek!”

Akhirnya, setelah mendapat kuliah tujuh menit cara menyetir dengan cukup efektif dan tidak membuang nyawa sia-sia, gue bisa mengendalikan mobil dengan cukup lancar. Jalan lurus tanpa hambatan. Tiba-tiba, jalan berbelok menghadang,

“Gimana beloknya?” Gue kalut bukan maen. Gue nggak tau gimana membelokkan mobil segede ini tanpa mengorbankan nyawa gue.

“Udah…dikopling dulu, gas dikurangi, trus stir-nya dibelokin” instruksi bokap gue.

Gue ngikutin instruksi bokap gue. Gue injak kopling, gue kurangi gas-nya, stirnya gue belokin. Alhamdulilah lancar. Tapi sayang, jantung gue berdetak lebih kencang, Gue melihat mobil datang dari arah berlawanan. Jantung gue push up. Keringet gue segede biji duren. Gue panic, “Abah..gimana neh!” Gue mencoba mengendalikan dengan kekuatan penuh.

“Tenang yo, ada abah” bokap mencoba nenangin gue Gue mencoba tenang. Tapi sayang, usaha gue gagal.

Gue masih parno aja. “Tapi bah….ada mobil!”

Abah ikut memegang stir mobil. Dan gue salut, beliau masih tenang.

“Gimana Bah? mobilnya uda deket!” teriak gue mulai kalut.

Bokap gue mulai tampak gusar ngeliat kelakuan gue.

“ABAH…”

“Tenang yo”

“ABAAAAH!” teriak gue makin histeris.

“Tenang!”

“ABAAAAAH!”

Reflek. Gue injek rem.

dan seketika itupula, mesin mobil mati dengan posisi melintang di tengah jalan.

Gue bisa bernafas lega, “Untung nggak nubruk!”

Gue menoleh ke bokap gue, kemudian senyum minta dikulum. gue yakin, bokap gue orang sabar yang memaklumi kesalahan anaknya.

“KAMU TUH NGAWUR…. TUH LIHAT!" tunjuk bokap gue.

gue celingukan.

"MOBILNYA TUH MASIH JAUH!” Bokap gue kalap. Baru kali ini, bokap gue ngomel2!

September 30, 2010

Gila….

kelar gue nge-print novel yang ketiga, akhirnya gue sebar tuh novel ke beberapa temen gue. alhmadulilah, tanggapannya positif, cuman ada beberapa saran yang bikin kepala gue hampir meleduk.

sarannya cuman simple (ok, tapi bikin pantat gue cenut2!), mereka (red: pembaca gue!) nyaranin untuk menambah cerita lagi, dan nggak  begitu puas dengan ending yang bisa dibilang -nggantung kayak kutang nenek2-

padahal, gue ud nulis 29 chapters, 142 hal A4, dan dirasa masih kurang banyak? EDAN…

alhasil, seminggu sudah  gue memuter otak, kepala ampe kancut buat nge-revisi lagi, dan…astagfiruloh, neh novel bikin gue gila aja!!